Senin, 03 Februari 2014

Gak selamanya cinta itu buta, dan gak selamanya gunung itu selalu tentang puncak. Puncak asmara. Cuiiiih.

 Jadi sekarang siapa yang gak tau tentang Gunung Ijen? Elo gak tau?? Wah kebangetan…
Sedikit info dari mbak wikipedia, Gunung Ijen terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Masih menurut mbak wiki, Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut (dpl). Gunung Ijen memeliki danau kawah seluas 55 hektar. Tahukah elo kalo danau kawah (Crater) Gunung Ijen adalah danau kawah terbesar di Indonesia. Iya yang paling besar, niscaya elo kalo renang 2x pulang pergi muter 4x gak akan selesai dalam waktu sehari. Lho kok bisa?? Ya emang gak bisa diturunin danaunya. Danaunya hijauuu cantik menawan seperti putrid kahyangan… uhuk…

Pertama kali gw naik ke Ijen adalah tahun 2003, dan Ijen masih belum terkenal kayak sekarang. Dulu masih belum ngetren kamera digital, jadi foto-foto masih pake kamera yang ada klisi nya. Dan foto-fotonya entah hilang kemana. Jadi foto kawah ijen-nya juga ilang. Tapi gw kasih contekan dari mbak wiki aja ya, siapa tau ngiler.

Nah itu sedikit cerita tentang danau kawah ijen yang terbesar di Inonesia. Terus apalagi yang wah dari gunung ini? Bluefire. Nah apalagi itu Blue fire. Blue fire adalah fenomena alam munculnya kobaran api berwarna biru yang menyala-nyala dari pertambangan belerang. Ini bukan blue fire yang ada di kompor gas, sekali lagi bukan. Kalo mau liat bluefire harus naik ke puncaknya jam 12 malem. Kenapa malem? Karena kalo siang gak keliatan. Mungkin penjelasan bluefire nanti aja di tulisan berikutnya, nunggu naik ke ijen lagi, gak punya foto soalnya.

Mungkin sudah banyak tulisan yang menceritakan tentang fenomena blue fire dan ijen crater. Tapi gw disini gak mau menceritakan kedua hal itu, sudah banyak temen-temen yang buat tulisannya. Disni gw mau cerita sisi lain dari gunung ijen. Tapi sebelumnya lo harus tau lebih dulu gimana akses menuju Gunung Ijen. Ada 2 macem akses menuju ke Ijen, akses 1 lewat Bondowoso dan akses 2 lewat Banyuwangi. Gw mau jelasin yang lewat Banyuwangi aja, karena gw asli sana. Hehehe. Akses paling gampang adalah lewat Banyuwangi. Tapi kalo lo tanya sama bule mereka kira-kira akan jawab yang mana? Mereka lebih memeilih lewat Bondowoso walaupun lebih jauh. Kenapa? Karena dari Bondowoso menuju Ijen pemandangannya ajiiib. Kayak surga, gw pernah lewat sana sekali naik motor. Dan cukup sukses nyasar dan kehabisan bensin  (tahun 2002). Hehehe.

Okeee. Jadi gimana menuju Ijen dari kota Banyuwangi tercinta? Ya pertama lo harus naik apapun untuk sampai ke Banyuwangi. Naik darat, laut udara semuanya bisa. Komplit kan? Kalo naik bis bisa dari jalur utara atau selatan. Kalo naik kereta api lo bisa liat ujung rel kereta disini, mesti lo jarang liat kan? Hehehe. Kalo naik pesawat gimana donk? Bisa aja, sudah ada Bandara sejak 2 tahun yang lau, dan Airport Tax-nya cuma 8 ribu rupiah. Kayaknya Airport Tax termurah di dunia. Wallahu a’lam.

Okee gw anggap ini perjalanan dari pusat kota Banyuwangi. Oh ya gimana akses menuju kota dari Stasiun, pelabuhan, terminal dan bandara? Gampang, nanya orang juga sampe. Sekitar 20 menit-an. Nah dari kota menuju Ijen sekitar1.5-2 jam kalo naik motor. Naik mobil juga hampir sama. Angkutan umum cuma sampai sore jam 4 menuju perbatasan desa dan gunung, dan gak ada angkutan menuju gunung kecuali dengan sewa mobil atau numpang truk angkutan belerang.  
Kabut sudah mulai turun, padahal masih siang

Ini akses menuju kaki Gunung Ijen, jalan sempit dan nanjak. Tapi alusss.
Oke bro, setelah tua di jalan akhirnya sampe di kaki Gunung Ijen yang di sebut Paltuding. Gw gak naik, tapi ngopi-ngopi dulu sebentar. Nah abis itu kemana? Gw terusin lagi perjalanan, bukan naik ke kawah tapi naik kea arah Bondowoso. Masih dengan naik motor dan masih siang jam 2 tapi matahari udah malu-malu.

Ada apa ke arah Bondowoso? Ada taman bunga liar, yang kayak di film-film India. Bunga lebih cantik ketika matahari malu menampakan wajahnya, embun-embun turun karena matahari yang masih malu-malu. Embun-embun tipis memeluk erat bunga-bunga itu yang seolah menarik aku untuk ikut kedalam pelukan embun dan bunga. Ooo pengen rasanya nyanyi lagu India dan nari kecak disana… Ngomong apa ini gw….


Ada penampakan orang nari India-he

Tenggelam dalam lautan bunga
Yak itulah beberapa penampakan taman bunga liar yang cantik aduhai bak bidadari turun dari jembatan. Kalo mau ke sana jangan terlalu sore, karena sudah gak ada matahari dan kabut sudah turun jadi gak bisa foto-fotoan. Gak setiap saat bunga-bunga itu ada, hanya saat-saat tertentu ajaaah. Akibat kalo kesana terlalu sore adalah lo bakal nggigil kedinginan, karena suhunya mungkin sekitar 10 derajat Celcius. Ciyusss. Tangan kayak mati rasa, apalagi sambil nyetir motor, narik gas aja gak berasa apa-apa. Tapi dinginnya ngangenin. Brrrr…

Sebelum naik ke tempat bunga-bunga di atas, lo bakal ngelewatin semacam bukit batu, tapi gak terlalu keliatan dari pinggir jalan. Nah dari bukit itu keluar air belerang yang dihasilin gunung Ijen tersebut. Air-air itu sepintas berwarna hijau, mengalir ke bawah dan mengalir lagi ke kali (sungai kecil). Sepintas lagi air ini juga berwarna kuning. Bagus diliat, jangan diminum. Air belerang ya gak boleh diminum. Langsung aja gw tunjukin penampakan-penampakan dari ocehan gw di atas.
Sepintas warna hijau kan??? Ini bukan dikasi pewarna lhoo
Ada yang naik-naik batu, padahal licin lhooo
Masih berwarna hijauuu
Ini gak kelihatan hijaunya, karena dilihat daru jauuuh

Nah hari mulai maghrib, matahari udah ngumpet. Jam setengah 6 gw cabut dari sana, udah mulai gelap dan kedinginan. Dinginnya gak mufakat, super sekali. Di tengah perjalanan turun ternyata hujannnn, deres banget. Jadi dinginnya double. Naik motor harus pelan-pelan, jarak  pandang sekitar 10-15 meter karena kabut dan hujan. Hujannya Cuma hujan lokal lho, Cuma sebentar aja di area pegunungan. Brrrr.

Ya mungkin cuma segitu aja ketik-ketkan mengenai sisi lain gunung ijen, gak cerita kawah gak cerita bluefire. Cuma cerita pemandangan di sekitarnya. Kalo sudah kesini jangan cuma naik ke puncaknya aja, nikmati alam sekitarnya. Indahnya ciptaan tuhan, bagai lukisan pemandangan. Pemandangan indah yang tak mampu diucapkan dengan kata-kata. Hanya mampu disyukuri dengan ucapan Alhamdulillah. Thanx.

Agustus 2013 setelah lebaran

12 komentar :

  1. sukaaaa ma bunganya....bunga edelweis kah

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak tau bunga apaan, yg jelas bukan bunga bank heheheh

      Hapus
  2. nice brooo... sebelah mananya paltuding ini.. pengen lansung cuuzzz ke TKP deh ah *clingakclinguk nyari tukang ojek yg mau nganter.. I lophe lophe BWI pokokna

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari paltuding naik lagii, sekitar 10 menit-an. wah iki arek kono malah gak ngerti kan? hehehe

      Hapus
  3. lha yo iku sungguh terlaaluuu kan?? pinggir jalan raya ato masih mbrasak2 mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. pinggir jalan raya, kecuali yg air belerang mbrasak2 sitik

      Hapus
  4. Balasan
    1. ayo2, tapi cari info dulu. takut ditutup

      Hapus
  5. Wih! selama ini tahunya gunung ijen itu ya cuma kawahnya aja! ternyata ada yang menarik selain itu ya ^^ *catet dulu deh*

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak yang menarik di sekitar ijen om fahmi :D, ada perkebunan kopi, strawberry dan cengkeh :))

      Hapus
  6. wah pengen banget gue ke ijen...

    mampir-mamprlah ke blog ala-ala gue di www.travellingaddict.com

    BalasHapus

 
Copyright (c) 2010 Orang Banyuwangi . Design by Wordpress Themes .

Themes Lovers , Download Blogger Templates And Blogger Templates .