Selasa, 04 Maret 2014

Banyuwangi, sebuah kota kecil yang gak kecil-kecil banget yang terletak di ujung timur pulau jawa memiliki sebuah bandara. Mungkin kalian belum tau kalo kota ini punya bandara. Atau jangan-jangan kalian memang belum pernah denger nama kota Banyuwangi? What?? Belum??? Gak kaget.
Kenapa kota kecil seperti Banyuwangi kok punya Bandara? Karena memang butuh bandara, dan karena punya wisata yang menakjubkan. Wisata apa emangnya? Ada gunung, ada laut, ada perkebunan. FYI di Banyuwangi ada Gunung Ijen yang punya danau kawah terbesar di Indonesia dan ada fenomena bluefire yang cuma ada dua biji di dunia. Udah itu aja? Belum, masih ada ombak nomer dua di dunia di pantai Plengkung atau G-Land. Terus apalagi? Ada Taman Nasional Alas Purwo, ada Taman Nasional Meru Betiri yang punya pantai Sukamade yang terkenal dengan penyu-nya. Dan masih banyaaaak lagi.
Ini foto masih awal-awal dibuka, masi berantakan (belum pake make up)
Gimana akses menuju Banyuwangi? Bisa lewat darat, laut dan udara. Iya gw cuma mau jelasin akses lewat udara. Di Banyuwangi ada Bandara komersial yang namanya Blimbingsari. Namanya kok kayak buah-buahan? Gak keren amat siiiih. Iya emang gak keren. Terus kenapa namanya itu? Karena bandara itu terletak di desa Blimbingsari, jadi dinamakan Bandara Blimbingsari. Pfffttt….

Umur bandara ini sekitar 2 tahun yang rute penerbangannya yaitu Surabaya-Banyuwangi PP dan Banyuwangi-Denpasar PP. Tapi sekarang cuma tinggal rute Surabaya-Banyuwangi PP. Maskapai yang tersedia di awal-awal bandara ini beroperasi yaitu Sky Air, kemudian Merpati Air, tapi sekarang sudah gak ada. Hanya Wings Air aja yang terbang ke Banyuwangi, sehari 1x penerbangan dengan kisaran harga 400-500 ribu dari Surabaya dan durasi penerbangan 50 menit saja.
Baidewai Airport tax di sini cuma delapan ribu rupiah, mungkin airport tax termurah di seluruh dunia. Mungkin. Karena gw belum pernah ke luar negeri, makanya gw bilang mungkin.
Bandara ini terletak sekitar 40 menit dari kota Banyuwangi dan letaknya lumayan jauh masuk ke dalam pedesaan dan terletak di pinggir laut. Kenapa di  pinggir laut? Karena gak mungkin di pinggir meja. Akses dari dan menuju kota bisa pake taxi, ojek (kalo lagi kaya), atau bus damri yang belum setahun umurnya. Harap sabar kalo mau masuk ke ruang tunggu Bandara ini, karena metal detectornya masi disarungin jadi pemeriksaan secara manual dan tas digeledah satu persatu dan mengakibatkan dua kali korek gw di embat mas2 petugas bandara. Akhirnya gw dua kali pula beli korek dalam sehari, rekor. Biasanya ngembat.
Merpati, sekarang sudah tak beroperasi lagi
Bandara Blimbing Sari mungkin bukan bandara besar, tapi sangat vital bagi industri pariwisata dan lainnya. Kebanyakan yang menuju Banyuwangi dengan menggunakan pesawat adalah meraka yang mau berwisata dan melakukan perjalanan bisnis. Sisanya yaitu yang mau pulang kampung alias mudik, kayak gw. Kalo dari kota-kota besar menuju Banyuwangi, kita (gw, ente, anda) harus terbang ke Surabaya dulu atau ke Denpasar dulu. Kemudian dari Surabaya di tempuh lewat perjalanan darat  dengan menggunakan kereta, bus atau mobil pribadi maupun mobil travel dengan waktu 8 jam. Yesss 8 jam. Udah kayak ke pelosok negeri. 

Akses lain bisa melalui Denpasar dengan menggunakan pesawat. Dari Bandara Ngurah Rai Denpasar-Bali kemudian menuju  Penyeberangan Gilimanuk – Ketapang sekitar 3 jam dengan menggunakan bus, mobil pribadi atau kendaraan lain. Kemudian nyeberang selama  sekitar 1 jam. Nah baru deh sampe ke kota Banyuwangi. Ribet kan ye??? Makanya kalo gak mau ribet tinggal naik pesawat menuju kota Surabaya dari kota manapun, kemudian disambung dengan penerbangan menuju Banyuwangi selama 50 menit saja. Tentunya dengan menyiapkan kocek yang agak dilebihin. Duit dilebihin tapi hemat waktu 7 jam 10 menit. Begitulah kalo memang anda tidak mau buang-buang waktu tapi mau buang-buang duit. Sementara nikmatilah gambar-gambar yang dilukiskan alam yang kita gak mampu untuk membuatnya sama persis walaupun di atas kertas sekalipun
Hamparan sawah sejauh mata memandang

Taxi yang nunggu penumpang datang

Pesawat terbang melipir di pinggir pantai dan terbang gak terlalu tingii, malah amat rendah. Jadi kita bisa liat-liat laut dan gunung. Wonderful.
Wow

Pengen nyolek gunungnya
Ada pulau kecil, bentuknya seperti tanda ‘koma’ atau sperma? 
Jika kau ingin bayar airport tax seharga delapan ribu rupiah datanglah kesini
Jika kau mau lihat matahari terbit, gak perlu ke Jepang maka datanglah kesini
Jika kau mau lihat laut dengan pasir putih yang putihnya seputih paha ceribel maka datanglah kesini
Jika kau mau lihat ataupun mau makan buah rambutan, cokelat, manggis atau bahkan jambu monyet langsung dari pohonnya maka datanglah kesini
Jika kau mau naik gunung atau bahkan sekedar lewat saja maka datanglah kesini
Yaitu BANYUWANGI
Jika memang kau tak mau semua hal-hal di atas ya gak usah datang…


Septemberduaributigabelas

8 komentar :

  1. kangen naikin susi air....akh pernah nyoba 2 tahun lalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. yess yg pertama susi air. wah pernah nyoba naik susi mas?

      Hapus
  2. aku malah belum pernah kesini, belum pernah naik pesawat juga hehe

    BalasHapus
  3. waaaa! viewnya keren, kalau naik pesawat baling - baling gitu kan terbangnya gak terlalu tinggi ya :D jadi pemandangan cakep lebih gampang keliatan :D next time pengen cobain ke banyuwangi pake pesawat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. monggo dicoba, view dari Surabaya lebih keren daripada dari Denpasar. :D

      Hapus
  4. Bandara Blimbingsari Banyuwangi sudah beroperasi sejak 2010, dengan flight pertama dr Sky Air bukan Susi Air, kemudian diikuti Merpati, lalu Wingsair dan Garuda Indonesia (2 airlines ini yang sampai Mei 2015 ini yg masih beroperasi Surabaya-Banyuwangi 2x sehari dan Banyuwangi-Denpasar 1x sehari oleh Garuda Indonesia Explorer, salam Frequent Flyer Garuda tiap bulan ke Banyuwangi dari Jogja

    BalasHapus

 
Copyright (c) 2010 Orang Banyuwangi . Design by Wordpress Themes .

Themes Lovers , Download Blogger Templates And Blogger Templates .